Debat VI


             Pada hari jum’at, 19 april 2018 kelas X mipa 4 mengadakan debat terakhirnya. Debat ini dilaksanakan oleh kelompok 11 sebagai tim kontra yang terdiri dari 3 orang  dan kelompok 8 sebagai tim pro yang terdiri dari 3 orang. Mosi yang diberikan oleh guru kami yaitu bu Nuri adalah Pemerintah Percaya Kaltim Maju Tanpa Pertambangan.     
            Debat di mulai oleh  Ezsra Nuria Ulfa sebagai pembicara pertama dari tim pro, yang menyampaikan latar belakang, definisi, dan limitasi, dan argumennya sebagai pembuka untuk mosi pada hari ini selama 4.50 detik. Ia menjelaskan bahwa Indonesia merupakan negara kepulauan yang mempunyai SDA yang sangat melimpah. Sehingga muncullah beberapa sektor yang sangat menjanjikan. Salah satunya sektor pertambangan yang sangat diandalkan di daerah Kalimantan timur. Disebabkan, kepadatan penduduk yang kian meningkat, pemerintah menggunakan sektor pertambangan ini sebagai modal untuk mengangkat pendapatan daerah. Padahal kegiatan pertambangan sangat merusak lingkungan dan sudah terbukti bahwa makin seringnya terjadi banjir jika datangnya hujan. Limitasi yang diberikan adalah kaltim maju tanpa pertambangan dengan adanya peningkatan pariwisata.
            Lalu, dilanjutkan oleh Ananda Nur Maharinda sebagai pembicara pertama dari tim kontra. Ia berpendapat jika pertambangan dihapus akan berpengaruh pada prekonomian daerah karena pendapatan terbesarnya hilang. Dan juga akan terjadi PHK pada karyawan di perusahaan pertambangan. Negara pun akan kehilangan  pendapatannya juga karena selama ini kaltim sudah menyumbangkan 7-9 % modal untuk negara dari pertambangan tersebut.
            Selanjutnya, pembicara kedua dari tim pro yaitu Alya Fariha yang berbicara selama 4.30 detik untuk menyampaikan asrgumennya. Ia berpendapat bahwa pertambangan dapat merusak lingkungan seperti polusi udara dihasilkan dari industri pertambangan. Daripada sektor ini dapat merusak alam di kaltim, bagaimana kalau kita mengganti sektor utama kita menjadi pariwisata, pertanian, atau perkebunan, contohnya derawan, biduk-biduk , atau yang lainnya. Dan kita biasa merubah lahan kosong menjadi lahan kelapa sawit yang juga pada sat ini mempunyai nilai jual yang cukup tinggi. Ia juga berpendapat bahwa kegiatan pertambangan dapat menyebabkan kecelakaan saat bekerja karena bekerja di pertambangan sangat beresiko.
            Setelah itu, Hani Humairah sebagai pembicara kedua dari tim kontra yang berbicara selama 1.05 detik. Ia mengatakan bahwa bagaimana jika pertambangan di kaltim tidak dihilangkan tetapi hanya dikurangi kegiatannya. Dan ia juga mengatakan bahwa kita bias mencontoh korea selatan yang pertambangannya menggunakan terowongan agar tidak menimbulkan polusi.
selanjutnya  pembicara ketiga dari tim pro Najma Irfina yang berbicara selama 4.58 detik.  Ia mengatakan bahwa pertambangan dapat menganggu kesehatan pekerja maupun masyarakat sekitarnya. Dan bagaimana jika SDA tersebut habis sebelum generasi selanjutnya merasakan karena kegiatan pertambangan tersebut.
Pembicara ketiga dari tim kontra yaitu Syifa Fauzia mebgatakan bahwa dalam pertambangan banyak menyewa alat berat . Penyewaan alat berat ini dilakukan antara perusahaan dan masyarakat yang memungkinkan meningkatnya pendapatan masyarakat.
Akhirnya, telah sampailah pada penggumuman pemenang pada depat hari ini. Debat pada hari ini di menangkan oleh tim pro dan pembicara terbaik adalah Ananda Nur Maharinda dari tim kontra.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BAB SIRKULASI BIOLOGI KELAS XI SMA

KTI KERAJINAN NON BENDA