KTI KERAJINAN NON BENDA
KREASI
KERAJINAN DENGAN INSPIRASI BUDAYA LOKAL NON BENDA KHAS KALIMANTAN TIMUR “Tote bag dengan Sulaman Burung Enggang
dan Bahasa Daerah”
Oleh :
Geifira Kusumaningrum
NIS: 2836
SEKOLAH MENENGAH
ATAS NEGERI 10 SAMARINDA
2017
Kata Pengantar
Puji syukur kehadirat Allah SWT yang
telah memberikan Rahmat dan Karunia -Nya sehingga penyusunan karya tulis ilmiah
yang berjudul ” KREASI KERAJINAN DENGAN
INSPIRASI BUDAYA LOKAL NON BENDA KHAS KALIMANTAN TIMUR “Tote bag dengan Sulaman Burung Enggang dan Bahasa Daerah” ” dapat
terselesaikan dengan lancar.
Adapun maksud penyusunan karya tulis ini
untuk memenuhi tugas Prakarya & Kewirausahawan. Rasa terima kasih kami
tidak terkirakan kepada yang terhormat Ibu Mustamiroh S.Pd, M.Pd selaku guru
sekaligus pembimbing materi dalam pembuatan karya tulis ini, serta semua pihak
yang telah mendukung dalam penyusunan karya tulis ini yang tidak bisa kami
sebutkan satu persatu.
Kami menyadari bahwa karya tulis ini
masih jauh dari sempurna dengan keterbatasan yang kami miliki. Kritik dan saran
dari pembaca akan kami terima dengan tangan terbuka demi perbaikan dan
penyempurnaan karya tulis ini.
Samarinda,
20 Agustus 2017
Penulis
DAFTAR
ISI
KATA
PENGANTAR.................................................................................................... 2
DAFTAR
ISI ....................................................................................................... 3
BAB
1 PENDAHULUAN.......................................................................................... 5
1.1.
Latar Belakang Masalah......................................................................... 5-6
1.2.
Rumusan Masalah .................................................................................. 6
1.3.Tujuan
Penelitian .................................................................................... 7
1.4.Manfaat
Penelitian .................................................................................. 7-8
BAB
2 KAJIAN PUSTAKA ........................................................................................ 9
2.1
Pengertian dari Kerajinan ....................................................................... 9
2.2
Pengertian sulaman.................................................................................. 9-10
2.3
Pengertian Inspirasi Non Benda.............................................................. 10
2.4
Macam-macam
Inspirasi Budaya Lokal Non Benda................................. 11-13
2.5
Jenis Kerajinan Khas Kalimantan Timur.................................................. 13
2.6 Manfaat
Membuat Kerajinan................................................................... 13
BAB
3 METODOLOGI PENELITIAN...................................................................... 14
3.1 Tempat dan Waktu Pembuatan Produk............................................... 14
3.2
Metode Penelitian (Metode Eksperimen)................................................ 14
3.3
Teknik Pengumpulan Data....................................................................... 15
3.4
Prosedur Pembuatan Produk................................................................... 16
3.5 Biaya
Pembuatan Produk........................................................................ 16
BAB
4 HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Gambaran
Umum Produk........................................................................ 18
4.2 Langkah-langkah
Pembuatan................................................................... 18
4.3 Proses
Pembuatan.................................................................................... 18-19
4.4 Pembahasan............................................................................................. 19
BAB
5 PENUTUP ....................................................................................................... 20
5.1 Kesimpulan.............................................................................................. 20
5.2 Saran ....................................................................................................... 20
DAFTAR
PUSTAKA..................................................................................................... 21-22
BAB 1
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang Masalah
Begitu banyak potensi Sumber Daya Alam (SDA)
dari Kalimantan Timur yang dapat kita manfaatkan. Salah satunya adalah
tumbuhan. Banyak tumbuhan yang khas dari Kalimantan Timur seperti tanaman doyo,
kersik luway, bawang tiwai dan lain-lainnya.
Sayangnya kebanyakan orang tidak tahu bahwa tanaman itu adalah tumbuhan
khas daerah yang tumbuh hanya di Kalimantan Timur. Ini merupakan potensi sumber
daya alam yang sangat luar biasa yang bisa kita manfaatkan. Daun doyo misalnya,
bisa dimanfaatkan sebagai tenun yang khas dari suku Dayak Benuaq yang di sebut
dengan Ulap Doyo. Tenun Doyo merupakan kekayaan regional Kalimantan Timur yang
potensial untuk di kembangkan sebagai produk regiosentris, selain kerajinan
khas Kalimantan Timur yang ada seperti manik-manik, seruang (caping), amplang,
sarung Samarinda dan lainnya, yang potensi untuk meningkatkan pendapatan daerah
besar, hanya sayangnya kita belum mempromosikan budaya Kalimantan Timur ke
kancah nasional apalagi internasional.
Ulap Doyo merupakan industri kreatif yang harus
dilestarikan, sementara sekarang sumber daya manusia untuk membuat tenun doyo
tradisional sudah sangat jarang. Karena pembuatan tenun doyo membutuhkan
kesabaran dan ketelatenan yang tinggi. Pada tenun doyo biasanya akan di hias
dengan sulaman yang indah dengan motif flora dan fauna, di mana menggambarkan
flora dan fauna khas Kalimantan seperti tanaman doyo dan burung Enggang.
Budaya tradisi sendiri dapat dikelompokkan
menjadi budaya nonbenda dan artefak atau objek budaya. Budaya nonbenda
diantaranya pantun, cerita rakyat, tarian, dan upacara adat. Sedangkan
artefak/objek budaya diantaranya pakaian daerah, wadah tradisional, senjata,
dan rumah adat. Pada kehidupan sehari-hari, produk budaya tradisional nonbenda maupun
artefak tidak dipisah-pisahkan melainkan menjadi satu kesatuan yang saling
melengkapi (Prakarya dan kewirausahawan, 2016)
Oleh karena itu, di dalam karya tulis ilmiah
ini kami terinspirasi untuk menggunakan budaya khas Kalimantan Timur yaitu dari
motif pakaian adat dan bahasa daerah. Alasan kami memilih produk tote bag adalah karena produk tersebut
pada dasarnya termasuk dalam bidang fashion
dan banyak orang yang lebih
cenderung berbelanja kebutuhan fashion sehingga
kami pun memutuskan untuk sedikit memodifikasi tote bag ini dengan
mengaplikasikan budaya lokal non benda seperti motif yang ada di pakaian adat,
hiasan pada kain ulap doyo, dan bahasa daerah dan menerapkan sulam dengan gaya
modifikasi modern tanpa meninggalkan budaya lokal setempat.
B. Rumusan Masalah
Dari
latar belakang yang disampaikan di atas dapat ditarik rumusan masalah dari pembuatan
kerajinan ini, yaitu :
1. Apa
bahan yang digunakan dalam pembuatan produk tote
bag dengan sulaman burung enggang dan bahasa daerah?
2. Bagaimana
cara pembuatan tote bag dengan
sulaman burung enggang dan bahasa daerah tersebut?
3. Apa
saja keunggulan dari kreasi kerajinan tote
bag dengan sulaman burung enggang dan bahasa daerah tersebut?
4. Apa
manfaat dari kerajinan tote bag dengan
sulaman burung enggang dan bahasa daerah tersebut?
5. Apa
saja analisa SWOT dari produk tote bag dengan
sulaman burung enggang dan bahasa daerah tersebut?
6. Bagaimana
cara memasarkan produk tote bag dengan
sulaman burung enggang dan bahasa daerah tersebut?
C. Tujuan Penelitian
Dari rumusan masalah yang telah dibahas,
dapat diketahui apa saja tujuan penelitian ini, yaitu :
1. Untuk
mengetahui bahan yang digunakan untuk membuat produk kerajinan tote bag dengan sulaman burung enggang
dan bahasa daerah .
2. Untuk
mengetahui pembuatan kerajinan tote bag dengan
sulaman burung enggang dan bahasa daerah
.
3. Mengetahui
keunggulan dari kreasi kerajinan tote bag
dengan sulaman burung enggang dan bahasa daerah.
4. Mengetahui
manfaat dari kerajinan tote bag dengan
sulaman burung enggang dan bahasa daerah.
5. Mengetahui
SWOT dari produk tote bag dengan
sulaman burung enggang dan bahasa daerah.
6. Dapat
memasarkan tote bag dengan sulaman
burung enggang dan bahasa daerah ke masyarakat umum.
D. Manfaat Penelitian
Manfaat
yang dapat disimpulkan dari penelitian pembuatan kerajinan ini adalah :
1. Bagi
siswa
Agar mereka tertarik dan bersemangat
untuk melestarikan budaya lokal non benda dari daerah mereka dan mengenalkan
apa saja budaya non lokal tersebut kepada masyarakat umum bahwa produk karya
anak bangsa kita ini tidak kalah keren dengan produk negara asing.
2. Bagi
guru
Agar terus selalu mengajarkan bahwa
kekayaan budaya yang ada di Indonesia sangatlah banyak dan harus dimanfaatkan
sebaik-baiknya dengan melestarikannya.
3. Bagi
masyarakat umum
Untuk membantu memberikan rekomendasi
bagi suatu kebijakan untuk meningkatkan
pelestarian budaya lokal.
BAB 2
KAJIAN PUSTAKA
1)
Pengertian dari kerajinan
Kerajinan adalah suatu karya seni yang proses pembuatannya menggunakan
keterampilan tangan manusia. Biasanya hasil dari sebuah kerajinan dapat
menghasilkan suatu hiasan cantik, benda dengan sentuhan seni tingkat tinggi,
dan benda siap pakai. Menurut Kadjim 2011: 10, “kerajinan adalah suatu usaha
yang dilakukan secara terus menerus dengan penuh semangat ketekunan, kecekatan,
kegigihan, berdedikasi tinggi dan berdaya maju yang luas dalam melakukan suatu
karya.” Dalam segi segmentasinya kerajinan dibagi menjadi 3 jenis yaitu
kerajinan tangan, anyam , dan keramik. (http://sanabilastore.com/blog/5_pengertian-kerajinan.html)
2.)
Pengertian Sulaman
Sulaman adalah hiasan yang dibuat di atas kain atau bahan-bahan lain
dengan jarum jahit dan benang. Selain benang, hiasan untuk sulaman dapat
menggunakan bahan-bahan seperti potongan logam, mutiara, manik-manik, bulu burung,
dan payet. Di antara jenis tusukan yang umum dikenal dalam menyulam
adalah tusuk rantai, tusuk jelujur, tusuk kelim, dan tusuk silang. Selain dijahit
dengan tangan, sulaman dibuat dengan mesin
jahit dan mesin bordir komputer.
Kain dan benang yang dipakai untuk seni
sulam berbeda-beda menurut tempat dan negara. Sejak ribuan tahun yang lalu,
kain atau bedang dari wol, linen, dan sutra sudah dipakai untuk membuat sulaman. Selain benang
dari wol, linen, dan sutra, sulaman modern menggunakan benang sulam dari katun atau rayon.
Sulam pita adalah
sulaman yang menggunakan pita berbagai ukuran dan bahan untuk membuat motif-motif
bunga. Pita memberi efek tiga dimensi karena ukuran pita lebih besar dari
benang. Hasil sulaman pita juga lebih dekoratif karena bahan pita yang lebih
beragam.
Hasil akhir sulaman
dapat dibedakan menjadi:
a)
Sulam datar: hasil sulaman rata dengan
permukaan kain
b)
Sulam terawang (kerawang): hasil sulaman
berlubang-lubang, misalnya untuk taplak meja dan
pinggiran kebaya
c)
Sulam timbul: hasil sulaman membentuk
gelombang di permukaan kain sesuai lekuk gambar. (https://id.m.wikipedia.org/wiki/Bordir)
3.)
Pengertian Inspirasi Non Benda
Kebudayaan non benda atau tak benda
adalah kebudayaan yang mengacu pada hasil hasil karya bersifat abstrak, bukan
berupa benda, diantaranya banyak yang di turunkan antar generasi.
Misalnya :
a) Tari tarian
tradisional, seni pertunjukan dan panggung, ondel ondel, wayang
b) lagu daerah,
musik angklung
c) puisi, pantun,
bahasa, isyarat kentongan tanda bahaya
d) cerita rakyat,
dongeng, mitos, simbol / lambang tertentu
e) upacara adat,
ritual, festival daerah, tradisi
f) Teknik /
kecakapan / keahlian khusus, seperti teknik melukis, batik tulis, keahlian
menempa keris. (http://www.bintangtop.com/2016/09/kerajinan-non-benda-arti-contoh.html?m=1)
4.)
Macam-macam Inspirasi Budaya Lokal Non Benda
Berikut ini adalah macam-macam contoh inspirasi lokal non benda seperti bahasa
, suku , adat , lagu daerah , seni berpantun , seni suara , musik , tarian .
A) Bahasa Daerah
Bahasa-bahasa daerah di Kalimantan Timur
merupakan bahasa Austronesiadari rumpun Malayo-Polynesia, diantaranya adalah
Bahasa Tidung,Bahasa Banjar, Bahasa Berau dan Bahasa Kutai. Bahasa lainnya
adalah Bahasa Lundayeh.
B) Lagu Daerah
a. Burung Enggang
(bahasa Kutai)
b. Meharit (Bahasa
Kutai)
c. Sabar'ai-sabar'ai
(Bahasa Banjar)
d. Anjat Manik
(Bahasa Berau Benua)
e. Bebilin (Bahasa
Tidung)
f. Andang
Sigurandang (Bahasa Tidung)
g. Bedone (Bahasa
Dayak Benuaq)
h. Ayen Sae (Bahasa
Dayak)
i.
Sorangan (Bahasa Banjar)
j.
Lamin Talunsur (Bahasa Kutai)
k. Buah Bolok
(Bahasa Kutai)
l.
Aku Menyanyi (Bahasa Kutai)
C) Seni Berpantun
a. Perentangin
(Dayak Benuaq)
b. Ngelengot (Dayak
Benuaq)
c. Ngakey (Dayak
Benuaq)
d. Ngeloak (Dayak
Benuaq)
D) Seni Suara
a. Bedeguuq (Dayak
Benuaq)
b. Berijooq (Dayak
Benuaq)
c. Ninga (Dayak
Benuaq)
d. Enluei (Dayak
Wehea)
E) Alat Musik
a. Tingkilan (suku
Kutai)
b. Musik
Sempek/Kejien (suku Dayak Wehea)
F) Tarian
a. Tarian Bedewa
dari suku Tidung (Kabupaten Nunukan)
b. Tarian Iluk
Bebalon dari suku Tidung (Kota Tarakan)
c. Tarian Besyitan
dari suku Tidung (Kabupaten Malinau)
d. Tarian Kedandiu
dari suku Tidung (Kabupaten Bulungan)
e. Tarian Gantar
dari Suku Dayak Benuaq
f. Tarian Ngeleway
dari Suku Dayak Benuaq
g. Tarian
Ngerangkaw dari Suku Dayak Benuaq
h. Tarian Kencet
dari Suku Dayak Kenyah
i.
Tarian Datun dari Suku Dayak Kenyah
j.
Tarian Hudoq dari Suku Dayak Wehea
k. Tarian Kejien
dari Suku Dayak Wehea
l.
Belian
m. Tarian Jepin
Ujang Bentawol Suku Tidung (Kota Tarakan)
(http://budayakudiindonesia.blogspot.co.id/2013/05/budaya-kalimantan-timur.html?m=1)
5.) Jenis Kerajinan
Khas Kalimantan Timur
a) Mandao
b) Lampit rotan
c) butah
d) Sutra
kaltim(sarimbit)
(http://godiscover.co.id/index.php/2016/03/12/manik-manik-anyaman-dan-batik
identitas-kerajinan-khas-balikpapan/)
6.) Manfaat Membuat
Kerajinan
a) Mengisi waktu
luang
b) Melatih kreatifitas
c) Melatih
kesabaran
d) Menghemat
e) Ladang bisnis
f) membangun rasa
percaya diri
BAB 3
METODOLOGI PENELITIAN
A.
Tempat
dan Waktu Pembuatan Produk
|
No.
|
Proses
|
Tempat
|
Waktu
|
|
1.
|
Pembelian
bahan
|
Toko bahan dan peralatan menyulam
|
Senin,
18 September 2017
|
|
2.
|
Penggambaran
pola pada tote bag
|
SMAN 10 Samarinda
|
Jumat,
6 Oktober 2017
|
|
3.
|
Penyulaman
pada tote bag
|
SMAN 10 Samarinda dan Jalan Gerbang Dayaku
|
Selasa,
10 Oktober 2017
|
B.
Metode
Penelitian (Metode Eksperimen)
Metode
penelitian yang kami gunakan adalah metode eksperimen. Metode eksperimen dapat didefinisikan sebagai kegiatan
terinci yang direncanakan untuk menghasilkan data untuk menjawab suatu masalah
atau menguji sesuatu hipotesis. Suatu eksperimen akan berhasil jika variabel
yang dimanipulasi dan jenis respon yang diharapkan dinyatakan secara jelas dalam suatu
hipotesis, juga kondisi-kondisi yang akan dikontrol sudah tepat. Untuk
keberhasilan ini, maka setiap eksperimen harus dirancang dulu kemudian di uji
coba. Kami mengambil metode eksperimen karena kami ingin mencoba perpaduan
antara tote bag dengan sulaman bermotif objek non-benda, yaitu burung enggang
dan bahasa daerah.
C.
Teknik
Pengumpulan Data
Teknik
pengumpulan data yang kami pilih adalah observasi dan kuesioner. Observasi
adalah aktivitas terhadap suatu
proses atau objek dengan maksud merasakan dan kemudian memahami pengetahuan
dari sebuah fenomena berdasarkan pengetahuan dan gagasan yang sudah diketahui
sebelumnya, untuk mendapatkan informasi-informasi yang dibutuhkan untuk
melanjutkan suatu penelitian. Dan kuesioner adalah
suatu teknik pengumpulan informasi yang memungkinkan analis mempelajari
sikap-sikap, keyakinan, perilaku, dan karakteristik beberapa orang utama di
dalam organisasi yang bisa terpengaruh oleh sistem yang diajukan atau oleh
sistem yang sudah ada.
Kami
memilih teknik pengumpulan data observasi dan kuesioner karena kami mengobservasi barang-barang yang
saat ini sedang di gemari oleh orang-orang. Salah satunya yaitu tote bag, tote
bag yang banyak digemari orang banyak, karen sangat membantu untuk membawa
barang-barang belanjaan atau semacamnya. Selain itu orang-orang menyukai tote
bag juga karena motif-motifnya yang menarik. Disini kami memilih untuk
mengambil motif dari objek non-benda, yaitu burung enggang. Kami memilih motif
tersebut karena burung enggang merupakan burung yang unik dan cantik dari
daerah Kalimantan Timur. Kami juga memadukan motif pada tote bag menggunakan
metode penyulaman. Karena menurut kami metode penyulaman pada tote bag jarang
sekali dijumpai. Jadi disini sami mengobservasi barang yang saat ini sedang
digemari oleh orang-orang dengan memadukannya dengan sesuatu yang unik dan
jarang digunakan.
D.
Prosedur
Pembuatan Produk
Dalam
pembuatan karya kami kami menggunakan metode menyulam. Menyulam adalah suatu tehnik keterampilan yang dimiliki oleh
seseorang dalam mengembangkan kreativitas untuk membuat media
kerajinan yang berbentuk gambar atau pola yang terdapat pada kain
sebagai penghias dan memberikan suatu keindahan diantara sisi-sisi kain.
Adapun teknik-teknik dalam menyulam, yaitu sebagai berikut:
1.
Tusuk
Jelujur (Running Stitch)
2.
Tusuk
Sulam Batang ( Steam Stitch)
3.
Tusuk Sulam Daun Paku
(Fem Stitch )
4.
Tusuk Sulam Rantai
(Chain Stitch)
5.
Tusuk
Sulam Butir Gandum
6.
Tusuk
Silang
Teknik yang kami
gunakan untuk menyulam tote bag kami
adalah teknik tusuk batang. Tusuk batang digunakan untuk hiasan, tusuk batang
dilakukan dengan langkah mundur 1/2 cm dengan mengaitkan 5 atau 6 benang pada
kain, lalu jarum ditarik keluar dan menghasilkan tusuk batang dan lakukan terus
menerus tusuk mundur lagi seperti sebelumnya sampai selesai. Untuk menghasilkan
tangkai yang lebih besar jarak tusukan dirapatkan dan mengaitkan kain lebih
banyak. Karena teknik ini sangat cocok digunakan pada tipe kain tote bag kami. Selain itu teknik tusuk
batang ini sangat mudah untuk dilakukan, dan tidak memakan banyak waktu untuk
pengerjaannya.
E.
Biaya
Pembuatan Produk
|
No.
|
Alat
dan Bahan
|
Biaya
|
|
1.
|
Tote Bag
|
Rp15.000,00
|
|
2.
|
Benang Sulam
|
Rp2.000,00
|
|
3.
|
Jarum Sulam
|
Rp1.500,00
|
|
4.
|
Ram
|
Rp10.000,00
|
Bab 4
HASIL DAN
PEMBAHASAN
1. Gambaran Umum Produk
Tote bag
adalah tas kain yang pada zaman sekarang sangat sering di gunakan oleh
masyarakat. Dan biasanya banyak digunakan oleh kaum wanita. Tote bag motif burung enggang adalah tote bag dengan motif burung enggang
yang dikenal sebagai ciri khas dari Kalimantan Timur. Burung enggang adalah
hewan yang didewakan oleh suku dayak, tak heran banyak kerajinan di Kalimantan
Timur menggunakan burung enggang sebagai motif ikonnya. Pada kerajinan ini kami
memilih metode sulam untuk mengaplikasikan motif burung enggang pada tote bag.
2.
Langkah-langkah
Pembuatan
Alat dan bahan yang digunakan untuk membuat
kerajinan ini adalah :
a. Alat
1. Jarum sulam
2. Ram
3. Gunting
4.
Pensil
b. Bahan
1. Tote bag
2. Benang sulam
3.
Proses Pembuatan
Langkah-langkah untuk membuat tote bag dengan motif burung enggang
yaitu :
1.
Siapkan alat dan
bahan terlebih dahulu
2.
Gambar pola
(gambar burung enggang)
3.
Pada tote bag menggunakan pensil
4.
Pasang ram pada tote bag untuk
5.
mempermudah pada
saat proses menyulam
6.
Sulam tote bag mengikuti pola yang telah
digambar
7.
Jika proses
menyulam telah selesai, lepas ram dari tote
bag dan selesai.
4. Pembahasan
Tote bag
adalah tas berbahan kain yang dijahit dengan model yang simpel untuk memudahkan
penggunanya. Tote bag dapat di hias
dengan bermacam-macam motif. Disini kami memakai motif burung enggang dengan
metode menyulam. Cara pembuatannya yaitu, pertama, Siapkan alat dan bahan
terlebih dahulu. kedua, gambar pola (gambar burung enggang) pada tote bag menggunakan pensil. Ketiga,
Pasang ram pada tote bag untuk
mempermudah pada saat proses menyulam. Keempat, Sulam tote bag mengikuti pola yang telah
digambar. kelima, Jika proses menyulam telah selesai, lepas ram dari tote bag dan Selesai tote bag dengan motif burung enggang
siap digunakan.
Keunggulan dari produk ini adalah mudah di
bawa kemana-mana, multifungsi, dan stylish.
Selain keunggulan tadi tote bag ini
juga mempunyai manfaat bagi kehidupan
sehari-hari yaitu, memberikan kenyamanan bagi penggunanya karena tote bag sangat berguna untuk semua
situasi . Secara tidak langsung dalam masyarakat tote bag merupakan pengganti kantong plastik karena kantong plastik
dapat rusak dari waktu ke waktu dan juga tidak ramah lingkungan.
Jika di analisis
SWOT, karya ini mempunyai strength
(kekuatan) keindahan karena memiliki macam-macam motif yang menarik. Weakness (kelemahan) dari karya ini
adalah sama seperti tas lain yaitu mudah sobek jika tersangkut dan, mudah
basah. Opportunities (Kesempatan)
dari produk ini salah satunya seperti pertumbuhan pasar baru. Sedangkan Threats (Ancaman) dari produk ini adalah
bisa menjadi tidak laku karena produk ini berupa barang bukan makanan jadi
tidak setiap waktu orang akan membelinya. Setelah menganalisis SWOT tadi, kita
perlu mengetahui cara pemasaran dari produk ini melalui penjualan online,
menjual di bazaar atau distro dan memasarkan dengan orang-orang terdekat.
BAB
V
PENUTUP
1.
Kesimpulan
Adapun
kesimpulan yang dapat kami ambil dari hasil kerajinan tangan non benda khas
Kaltim adalah sebagai berikut:
1.Kreasi
kerajinan dengan inspirasi budaya lokal non benda khas Kalimantan Timur sangat
bermanfaat untuk menciptakan peluang usaha.
2.Pemanfaatan
kerajinan dengan inspirasi budaya lokal non benda yang sudah ada dan
dikembangkan dapat memberikan hasil berupa uang ketika sudah menjadi produk
yang memiliki nilai jual.
2. Saran
Kerajinan
dengan inspirasi budaya lokal non benda khas Kalimantan Timur dapat membuka
suatu peluang yang besar dalam pembentukan suatu usaha kerajinan. Dalam
pembentukan ataupun untuk membuat berjalannya suatu usaha tersebut maka kita
harus memperhatikan sumber daya dan inspirasi usaha yang terdapat pada kerajinan
itu sendiri. Sebaiknya kita lebih banyak berkreativitas dalam pengolahan bahan, yang dimaksud adalah
dengan cara megolah bahan yang sudah tak terpakai maupun barang baru menjadi
sebuah produk yang belum ada. Selain itu, kita juga harus dapat mencari
inspirasi budaya yang unik sehingga produk kita akan laku di pasaran. Dengan
pengolahan dan metode yang baik hal-hal sekecil itu dapat membuka jalan untuk
memulai suatu usaha.
Daftar Pustaka
Werdhaningsih, Hendriana., Haryudanti,
Alberta., Jamrianti, Rinrin., Wirmas, Desta. 2016. Prakarya dan Kewirausahawan, Edisi revisi 2016. Pusat Kurikulum dan
Perbukuan, Balitbang, Kemdikbud. Indonesia.
http://www.bintangtop.com/2016/09/kerajinan-non-benda-arti-contoh.html, diakses
tanggal 20 Agustus 2017
https://www.indonesiakaya.com/jelajah-indonesia/detail/sulam-tumpar-kain-sulam-unik-khas-kalimantan-timur, diakses
tanggal 20 Agustus 2017
http://sanabilastore.com/blog/5_pengertian-kerajinan.html, diakses tanggal
13 Oktober 2017
https://id.m.wikipedia.org/wiki/Bordir , diakses
tanggal 13 Oktober 2017
http://budayakudiindonesia.blogspot.co.id/2013/05/budaya-kalimantan-timur.html?m=1, diakses
tanggal 13 Oktober 2-17
http://godiscover.co.id/index.php/2016/03/12/manik-manik-anyaman-dan-batik
identitas-kerajinan-khas-balikpapan, diakses pada tanggal 13 Oktober 2017
https://manfaat.co.id/manfaat-membuat-kerajinan-tangan/amp, diakses pada
tanggal 13 Oktober 2017
http://blog.qlapa.com/kelebihan-tote-bag-handmade,
diakses pada tanggal 10 Oktober 2017
http://www.senibudayaku.com/2017/01/8-macam-teknik-tusuk-jahit-disertai-contoh-gambar.html, diakses pada tanggal 9 Oktober 2017
https://alfside.wordpress.com/2008/10/28/pengertian-kuisoner/ , diakses pada
tanggal 9 Oktober 2017
https://id.wikipedia.org/wiki/Pengamatan, diakses pada
tanggal 9 Oktober 2017
https://ramacahyati8910.wordpress.com/2012/11/15/strategi-pembelajaran-eksperimen/, diakses pada
tanggal 9 Oktober 2017

Komentar
Posting Komentar