KTI KERAJINAN NON BENDA





KREASI KERAJINAN DENGAN INSPIRASI BUDAYA LOKAL NON BENDA KHAS KALIMANTAN TIMUR “Tote bag dengan Sulaman Burung Enggang dan Bahasa Daerah”  




Oleh :
Geifira Kusumaningrum
NIS: 2836

SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 10 SAMARINDA
2017




Kata Pengantar
Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan Rahmat dan Karunia -Nya sehingga penyusunan karya tulis ilmiah yang berjudul ” KREASI KERAJINAN DENGAN INSPIRASI BUDAYA LOKAL NON BENDA KHAS KALIMANTAN TIMUR “Tote bag dengan Sulaman Burung Enggang dan Bahasa Daerah” ” dapat terselesaikan dengan lancar.
Adapun maksud penyusunan karya tulis ini untuk memenuhi tugas Prakarya & Kewirausahawan. Rasa terima kasih kami tidak terkirakan kepada yang terhormat Ibu Mustamiroh S.Pd, M.Pd selaku guru sekaligus pembimbing materi dalam pembuatan karya tulis ini, serta semua pihak yang telah mendukung dalam penyusunan karya tulis ini yang tidak bisa kami sebutkan satu persatu. 
Kami menyadari bahwa karya tulis ini masih jauh dari sempurna dengan keterbatasan yang kami miliki. Kritik dan saran dari pembaca akan kami terima dengan tangan terbuka demi perbaikan dan penyempurnaan karya tulis ini.

Samarinda, 20 Agustus 2017
Penulis







DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.................................................................................................... 2   
DAFTAR ISI            ....................................................................................................... 3
BAB 1    PENDAHULUAN.......................................................................................... 5
1.1. Latar Belakang Masalah......................................................................... 5-6
1.2. Rumusan Masalah .................................................................................. 6
1.3.Tujuan Penelitian .................................................................................... 7
1.4.Manfaat Penelitian .................................................................................. 7-8
BAB 2    KAJIAN PUSTAKA ........................................................................................ 9
2.1  Pengertian dari Kerajinan ....................................................................... 9
2.2  Pengertian sulaman.................................................................................. 9-10
2.3  Pengertian Inspirasi Non Benda.............................................................. 10
2.4  Macam-macam Inspirasi Budaya Lokal Non Benda................................. 11-13
2.5  Jenis Kerajinan Khas Kalimantan Timur.................................................. 13
2.6  Manfaat Membuat Kerajinan................................................................... 13
BAB 3   METODOLOGI PENELITIAN...................................................................... 14
3.1  Tempat dan Waktu Pembuatan Produk............................................... 14
3.2  Metode Penelitian (Metode Eksperimen)................................................ 14
3.3  Teknik Pengumpulan Data....................................................................... 15
3.4  Prosedur Pembuatan Produk................................................................... 16
3.5  Biaya Pembuatan Produk........................................................................ 16
BAB 4   HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1  Gambaran Umum Produk........................................................................ 18
4.2  Langkah-langkah Pembuatan................................................................... 18
4.3  Proses Pembuatan.................................................................................... 18-19
4.4  Pembahasan............................................................................................. 19
BAB 5   PENUTUP  ....................................................................................................... 20
5.1  Kesimpulan.............................................................................................. 20
5.2  Saran  ....................................................................................................... 20
DAFTAR PUSTAKA..................................................................................................... 21-22








































BAB 1

PENDAHULUAN



A.    Latar Belakang Masalah



Begitu banyak potensi Sumber Daya Alam (SDA) dari Kalimantan Timur yang dapat kita manfaatkan. Salah satunya adalah tumbuhan. Banyak tumbuhan yang khas dari Kalimantan Timur seperti tanaman doyo, kersik luway, bawang tiwai dan lain-lainnya.  Sayangnya kebanyakan orang tidak tahu bahwa tanaman itu adalah tumbuhan khas daerah yang tumbuh hanya di Kalimantan Timur. Ini merupakan potensi sumber daya alam yang sangat luar biasa yang bisa kita manfaatkan. Daun doyo misalnya, bisa dimanfaatkan sebagai tenun yang khas dari suku Dayak Benuaq yang di sebut dengan Ulap Doyo. Tenun Doyo merupakan kekayaan regional Kalimantan Timur yang potensial untuk di kembangkan sebagai produk regiosentris, selain kerajinan khas Kalimantan Timur yang ada seperti manik-manik, seruang (caping), amplang, sarung Samarinda dan lainnya, yang potensi untuk meningkatkan pendapatan daerah besar, hanya sayangnya kita belum mempromosikan budaya Kalimantan Timur ke kancah nasional apalagi internasional.

Ulap Doyo merupakan industri kreatif yang harus dilestarikan, sementara sekarang sumber daya manusia untuk membuat tenun doyo tradisional sudah sangat jarang. Karena pembuatan tenun doyo membutuhkan kesabaran dan ketelatenan yang tinggi. Pada tenun doyo biasanya akan di hias dengan sulaman yang indah dengan motif flora dan fauna, di mana menggambarkan flora dan fauna khas Kalimantan seperti tanaman doyo dan burung Enggang.

Budaya tradisi sendiri dapat dikelompokkan menjadi budaya nonbenda dan artefak atau objek budaya. Budaya nonbenda diantaranya pantun, cerita rakyat, tarian, dan upacara adat. Sedangkan artefak/objek budaya diantaranya pakaian daerah, wadah tradisional, senjata, dan rumah adat. Pada kehidupan sehari-hari, produk budaya tradisional nonbenda maupun artefak tidak dipisah-pisahkan melainkan menjadi satu kesatuan yang saling melengkapi (Prakarya dan kewirausahawan, 2016) 

Oleh karena itu, di dalam karya tulis ilmiah ini kami terinspirasi untuk menggunakan budaya khas Kalimantan Timur yaitu dari motif pakaian adat dan bahasa daerah. Alasan kami memilih produk tote bag adalah karena produk tersebut pada dasarnya termasuk dalam bidang fashion  dan banyak orang yang lebih cenderung berbelanja kebutuhan fashion sehingga kami pun memutuskan untuk sedikit memodifikasi tote bag ini dengan mengaplikasikan budaya lokal non benda seperti motif yang ada di pakaian adat, hiasan pada kain ulap doyo, dan bahasa daerah dan menerapkan sulam dengan gaya modifikasi modern tanpa meninggalkan budaya lokal setempat.



B.  Rumusan Masalah

Dari latar belakang yang disampaikan di atas dapat ditarik rumusan masalah dari pembuatan kerajinan ini, yaitu :



1.      Apa bahan yang digunakan dalam pembuatan produk tote bag dengan sulaman burung enggang dan bahasa daerah?

2.      Bagaimana cara pembuatan tote bag dengan sulaman burung enggang dan bahasa daerah tersebut?

3.      Apa saja keunggulan dari kreasi kerajinan tote bag dengan sulaman burung enggang dan bahasa daerah tersebut?

4.      Apa manfaat dari kerajinan tote bag dengan sulaman burung enggang dan bahasa daerah tersebut?

5.      Apa saja analisa SWOT dari produk tote bag dengan sulaman burung enggang dan bahasa daerah tersebut?

6.      Bagaimana cara memasarkan produk tote bag dengan sulaman burung enggang dan bahasa daerah tersebut?





C. Tujuan Penelitian

Dari rumusan masalah yang telah dibahas, dapat diketahui apa saja tujuan penelitian ini, yaitu :

1.      Untuk mengetahui bahan yang digunakan untuk membuat produk kerajinan tote bag dengan sulaman burung enggang dan bahasa daerah .

2.      Untuk mengetahui pembuatan kerajinan tote bag dengan sulaman burung enggang dan bahasa daerah .

3.      Mengetahui keunggulan dari kreasi kerajinan tote bag dengan sulaman burung enggang dan bahasa daerah.

4.      Mengetahui manfaat dari kerajinan tote bag dengan sulaman burung enggang dan bahasa daerah.

5.      Mengetahui SWOT dari produk tote bag dengan sulaman burung enggang dan bahasa daerah.

6.      Dapat memasarkan tote bag dengan sulaman burung enggang dan bahasa daerah ke masyarakat umum.





D. Manfaat Penelitian

Manfaat yang dapat disimpulkan dari penelitian pembuatan kerajinan ini adalah :



1.      Bagi siswa

Agar mereka tertarik dan bersemangat untuk melestarikan budaya lokal non benda dari daerah mereka dan mengenalkan apa saja budaya non lokal tersebut kepada masyarakat umum bahwa produk karya anak bangsa kita ini tidak kalah keren dengan produk negara asing.









2.      Bagi guru

Agar terus selalu mengajarkan bahwa kekayaan budaya yang ada di Indonesia sangatlah banyak dan harus dimanfaatkan sebaik-baiknya dengan melestarikannya.

3.      Bagi masyarakat umum

Untuk membantu memberikan rekomendasi bagi suatu kebijakan  untuk meningkatkan pelestarian budaya lokal.



















BAB 2

KAJIAN PUSTAKA 

1)      Pengertian dari kerajinan

Kerajinan adalah suatu karya seni yang proses pembuatannya menggunakan keterampilan tangan manusia. Biasanya hasil dari sebuah kerajinan dapat menghasilkan suatu hiasan cantik, benda dengan sentuhan seni tingkat tinggi, dan benda siap pakai. Menurut Kadjim 2011: 10, “kerajinan adalah suatu usaha yang dilakukan secara terus menerus dengan penuh semangat ketekunan, kecekatan, kegigihan, berdedikasi tinggi dan berdaya maju yang luas dalam melakukan suatu karya.” Dalam segi segmentasinya kerajinan dibagi menjadi 3 jenis yaitu kerajinan tangan, anyam , dan keramik. (http://sanabilastore.com/blog/5_pengertian-kerajinan.html)



2.)    Pengertian Sulaman

Sulaman adalah hiasan yang dibuat di atas kain atau bahan-bahan lain dengan jarum jahit dan benang. Selain benang, hiasan untuk sulaman dapat menggunakan bahan-bahan seperti potongan logam, mutiara, manik-manik, bulu burung, dan payet. Di antara jenis tusukan yang umum dikenal dalam menyulam adalah tusuk rantaitusuk jelujurtusuk kelim, dan tusuk silang. Selain dijahit dengan tangan, sulaman dibuat dengan mesin jahit dan mesin bordir komputer.

Kain dan benang yang dipakai untuk seni sulam berbeda-beda menurut tempat dan negara. Sejak ribuan tahun yang lalu, kain atau bedang dari wollinen, dan sutra sudah dipakai untuk membuat sulaman. Selain benang dari wol, linen, dan sutra, sulaman modern menggunakan benang sulam dari katun atau rayon.



Sulam pita adalah sulaman yang menggunakan pita berbagai ukuran dan bahan untuk membuat motif-motif bunga. Pita memberi efek tiga dimensi karena ukuran pita lebih besar dari benang. Hasil sulaman pita juga lebih dekoratif karena bahan pita yang lebih beragam.

Hasil akhir sulaman dapat dibedakan menjadi:

a)       Sulam datar: hasil sulaman rata dengan permukaan kain

b)       Sulam terawang (kerawang): hasil sulaman berlubang-lubang, misalnya untuk taplak meja dan pinggiran kebaya

c)       Sulam timbul: hasil sulaman membentuk gelombang di permukaan kain sesuai lekuk gambar. (https://id.m.wikipedia.org/wiki/Bordir)

3.)    Pengertian Inspirasi Non Benda

 Kebudayaan non benda atau tak benda adalah kebudayaan yang mengacu pada hasil hasil karya bersifat abstrak, bukan berupa benda, diantaranya banyak yang di turunkan antar generasi.

Misalnya :

a)      Tari tarian tradisional, seni pertunjukan dan panggung, ondel ondel, wayang

b)      lagu daerah, musik angklung

c)      puisi, pantun, bahasa, isyarat kentongan tanda bahaya

d)     cerita rakyat, dongeng, mitos, simbol / lambang tertentu

e)      upacara adat, ritual, festival daerah, tradisi

f)       Teknik / kecakapan / keahlian khusus, seperti teknik melukis, batik tulis, keahlian menempa keris. (http://www.bintangtop.com/2016/09/kerajinan-non-benda-arti-contoh.html?m=1)





4.)    Macam-macam Inspirasi Budaya Lokal Non Benda

Berikut ini adalah macam-macam contoh inspirasi lokal non benda seperti bahasa , suku , adat , lagu daerah , seni berpantun , seni suara , musik , tarian .

A)    Bahasa Daerah

Bahasa-bahasa daerah di Kalimantan Timur merupakan bahasa Austronesiadari rumpun Malayo-Polynesia, diantaranya adalah Bahasa Tidung,Bahasa Banjar, Bahasa Berau dan Bahasa Kutai. Bahasa lainnya adalah Bahasa Lundayeh.



B)    Lagu Daerah

a.       Burung Enggang (bahasa Kutai)

b.      Meharit (Bahasa Kutai)

c.       Sabar'ai-sabar'ai (Bahasa Banjar)

d.      Anjat Manik (Bahasa Berau Benua)

e.       Bebilin (Bahasa Tidung)

f.       Andang Sigurandang (Bahasa Tidung)

g.      Bedone (Bahasa Dayak Benuaq)

h.      Ayen Sae (Bahasa Dayak)

i.        Sorangan (Bahasa Banjar)

j.        Lamin Talunsur (Bahasa Kutai)

k.      Buah Bolok (Bahasa Kutai)

l.        Aku Menyanyi (Bahasa Kutai)







C)    Seni Berpantun

a.       Perentangin (Dayak Benuaq)

b.      Ngelengot (Dayak Benuaq)

c.       Ngakey (Dayak Benuaq)

d.      Ngeloak (Dayak Benuaq)

D)    Seni Suara

a.       Bedeguuq (Dayak Benuaq)

b.      Berijooq (Dayak Benuaq)

c.       Ninga (Dayak Benuaq)

d.      Enluei (Dayak Wehea)



E)     Alat Musik

a.       Tingkilan (suku Kutai)

b.      Musik Sempek/Kejien (suku Dayak Wehea)



F)     Tarian

a.       Tarian Bedewa dari suku Tidung (Kabupaten Nunukan)

b.      Tarian Iluk Bebalon dari suku Tidung (Kota Tarakan)

c.       Tarian Besyitan dari suku Tidung (Kabupaten Malinau)

d.      Tarian Kedandiu dari suku Tidung (Kabupaten Bulungan)

e.       Tarian Gantar dari Suku Dayak Benuaq

f.       Tarian Ngeleway dari Suku Dayak Benuaq

g.      Tarian Ngerangkaw dari Suku Dayak Benuaq

h.      Tarian Kencet dari Suku Dayak Kenyah

i.        Tarian Datun dari Suku Dayak Kenyah

j.        Tarian Hudoq dari Suku Dayak Wehea                                   

k.      Tarian Kejien dari Suku Dayak Wehea

l.        Belian

m.    Tarian Jepin Ujang Bentawol Suku Tidung (Kota Tarakan)

(http://budayakudiindonesia.blogspot.co.id/2013/05/budaya-kalimantan-timur.html?m=1)

5.)    Jenis Kerajinan Khas Kalimantan Timur

a)      Mandao

b)      Lampit rotan

c)      butah

d)     Sutra kaltim(sarimbit)

(http://godiscover.co.id/index.php/2016/03/12/manik-manik-anyaman-dan-batik identitas-kerajinan-khas-balikpapan/)

6.)    Manfaat Membuat Kerajinan

a)      Mengisi waktu luang

b)      Melatih kreatifitas

c)      Melatih kesabaran

d)     Menghemat

e)      Ladang bisnis

f)       membangun rasa percaya diri










BAB 3

    METODOLOGI PENELITIAN



A.   Tempat dan Waktu Pembuatan Produk

No.
Proses
Tempat
Waktu
1.
Pembelian bahan
Toko bahan dan peralatan menyulam
Senin, 18 September 2017
2.
Penggambaran pola pada tote bag
SMAN 10 Samarinda
Jumat, 6 Oktober 2017
3.
Penyulaman pada tote bag
SMAN 10 Samarinda dan  Jalan Gerbang Dayaku
Selasa, 10 Oktober 2017



B.   Metode Penelitian (Metode Eksperimen)



Metode penelitian yang kami gunakan adalah metode eksperimen. Metode eksperimen dapat didefinisikan sebagai kegiatan terinci yang direncanakan untuk menghasilkan data untuk menjawab suatu masalah atau menguji sesuatu hipotesis. Suatu eksperimen akan berhasil jika variabel yang dimanipulasi dan jenis respon yang diharapkan  dinyatakan secara jelas dalam suatu hipotesis, juga kondisi-kondisi yang akan dikontrol sudah tepat. Untuk keberhasilan ini, maka setiap eksperimen harus dirancang dulu kemudian di uji coba. Kami mengambil metode eksperimen karena kami ingin mencoba perpaduan antara tote bag dengan sulaman bermotif objek non-benda, yaitu burung enggang dan bahasa daerah.





C.   Teknik Pengumpulan Data



Teknik pengumpulan data yang kami pilih adalah observasi dan kuesioner. Observasi adalah aktivitas terhadap suatu proses atau objek dengan maksud merasakan dan kemudian memahami pengetahuan dari sebuah fenomena berdasarkan pengetahuan dan gagasan yang sudah diketahui sebelumnya, untuk mendapatkan informasi-informasi yang dibutuhkan untuk melanjutkan suatu penelitian. Dan kuesioner  adalah suatu teknik pengumpulan informasi yang memungkinkan analis mempelajari sikap-sikap, keyakinan, perilaku, dan karakteristik beberapa orang utama di dalam organisasi yang bisa terpengaruh oleh sistem yang diajukan atau oleh sistem yang sudah ada.

Kami memilih teknik pengumpulan data observasi dan kuesioner  karena kami mengobservasi barang-barang yang saat ini sedang di gemari oleh orang-orang. Salah satunya yaitu tote bag, tote bag yang banyak digemari orang banyak, karen sangat membantu untuk membawa barang-barang belanjaan atau semacamnya. Selain itu orang-orang menyukai tote bag juga karena motif-motifnya yang menarik. Disini kami memilih untuk mengambil motif dari objek non-benda, yaitu burung enggang. Kami memilih motif tersebut karena burung enggang merupakan burung yang unik dan cantik dari daerah Kalimantan Timur. Kami juga memadukan motif pada tote bag menggunakan metode penyulaman. Karena menurut kami metode penyulaman pada tote bag jarang sekali dijumpai. Jadi disini sami mengobservasi barang yang saat ini sedang digemari oleh orang-orang dengan memadukannya dengan sesuatu yang unik dan jarang digunakan.













                

D.   Prosedur Pembuatan Produk



Dalam pembuatan karya kami kami menggunakan metode menyulam. Menyulam adalah suatu tehnik keterampilan yang dimiliki oleh seseorang dalam mengembangkan kreativitas untuk membuat  media kerajinan  yang berbentuk  gambar atau pola yang terdapat pada kain sebagai penghias dan memberikan suatu  keindahan diantara sisi-sisi kain. Adapun teknik-teknik dalam menyulam, yaitu sebagai berikut:

1.      Tusuk  Jelujur (Running Stitch)

2.      Tusuk Sulam Batang ( Steam Stitch)

3.      Tusuk Sulam Daun Paku (Fem Stitch )

4.      Tusuk Sulam Rantai (Chain Stitch)

5.      Tusuk Sulam Butir Gandum

6.      Tusuk Silang

Teknik yang kami gunakan untuk menyulam tote bag kami adalah teknik tusuk batang. Tusuk batang digunakan untuk hiasan, tusuk batang dilakukan dengan langkah mundur 1/2 cm dengan mengaitkan 5 atau 6 benang pada kain, lalu jarum ditarik keluar dan menghasilkan tusuk batang dan lakukan terus menerus tusuk mundur lagi seperti sebelumnya sampai selesai. Untuk menghasilkan tangkai yang lebih besar jarak tusukan dirapatkan dan mengaitkan kain lebih banyak. Karena teknik ini sangat cocok digunakan pada tipe kain tote bag kami. Selain itu teknik tusuk batang ini sangat mudah untuk dilakukan, dan tidak memakan banyak waktu untuk pengerjaannya.













E.   Biaya Pembuatan Produk

No.
Alat dan Bahan
Biaya
1.
Tote Bag
Rp15.000,00
2.
Benang Sulam
Rp2.000,00
3.
Jarum Sulam
Rp1.500,00
4.
Ram
Rp10.000,00































Bab 4

HASIL DAN  PEMBAHASAN



1.      Gambaran Umum Produk

Tote bag adalah tas kain yang pada zaman sekarang sangat sering di gunakan oleh masyarakat. Dan biasanya banyak digunakan oleh kaum wanita. Tote bag motif burung enggang adalah tote bag dengan motif burung enggang yang dikenal sebagai ciri khas dari Kalimantan Timur. Burung enggang adalah hewan yang didewakan oleh suku dayak, tak heran banyak kerajinan di Kalimantan Timur menggunakan burung enggang sebagai motif ikonnya. Pada kerajinan ini kami memilih metode sulam untuk mengaplikasikan motif burung enggang pada tote bag.



2.      Langkah-langkah Pembuatan

       Alat dan bahan yang digunakan untuk membuat kerajinan ini adalah :

a.       Alat



1.      Jarum sulam

2.      Ram

3.      Gunting

4.      Pensil

     b.  Bahan

1.      Tote bag

2.      Benang sulam





               

3.      Proses Pembuatan

   Langkah-langkah untuk membuat tote bag dengan motif burung enggang yaitu :



1.      Siapkan alat dan bahan terlebih dahulu

2.      Gambar pola (gambar burung enggang)  

3.      Pada tote bag menggunakan pensil

4.      Pasang ram pada tote bag untuk

5.      mempermudah pada saat proses menyulam

6.      Sulam tote bag mengikuti pola yang telah digambar

7.      Jika proses menyulam telah selesai, lepas ram dari tote bag dan selesai.



4.      Pembahasan

Tote bag adalah tas berbahan kain yang dijahit dengan model yang simpel untuk memudahkan penggunanya. Tote bag dapat di hias dengan bermacam-macam motif. Disini kami memakai motif burung enggang dengan metode menyulam. Cara pembuatannya yaitu, pertama, Siapkan alat dan bahan terlebih dahulu. kedua, gambar pola (gambar burung enggang) pada tote bag menggunakan pensil. Ketiga, Pasang ram pada tote bag untuk mempermudah pada saat proses menyulam. Keempat, Sulam tote bag mengikuti pola yang  telah digambar. kelima, Jika proses menyulam telah selesai, lepas ram dari tote bag dan Selesai tote bag dengan motif burung enggang siap digunakan.

 Keunggulan dari produk ini adalah mudah di bawa kemana-mana, multifungsi, dan stylish. Selain keunggulan tadi tote bag ini juga mempunyai manfaat  bagi kehidupan sehari-hari yaitu, memberikan kenyamanan bagi penggunanya karena tote bag sangat berguna untuk semua situasi . Secara tidak langsung dalam masyarakat tote bag merupakan pengganti kantong plastik karena kantong plastik dapat rusak dari waktu ke waktu dan juga tidak ramah lingkungan.

Jika di analisis SWOT, karya ini mempunyai strength (kekuatan) keindahan karena memiliki macam-macam motif yang menarik. Weakness (kelemahan) dari karya ini adalah sama seperti tas lain yaitu mudah sobek jika tersangkut dan, mudah basah. Opportunities (Kesempatan) dari produk ini salah satunya seperti pertumbuhan pasar baru. Sedangkan Threats (Ancaman) dari produk ini adalah bisa menjadi tidak laku karena produk ini berupa barang bukan makanan jadi tidak setiap waktu orang akan membelinya. Setelah menganalisis SWOT tadi, kita perlu mengetahui cara pemasaran dari produk ini melalui penjualan online, menjual di bazaar atau distro dan memasarkan dengan orang-orang terdekat.

BAB V

PENUTUP

1.      Kesimpulan

Adapun kesimpulan yang dapat kami ambil dari hasil kerajinan tangan non benda khas Kaltim adalah sebagai berikut:

1.Kreasi kerajinan dengan inspirasi budaya lokal non benda khas Kalimantan Timur sangat bermanfaat untuk menciptakan peluang usaha.

2.Pemanfaatan kerajinan dengan inspirasi budaya lokal non benda yang sudah ada dan dikembangkan dapat memberikan hasil berupa uang ketika sudah menjadi produk yang memiliki nilai jual.



2.      Saran

Kerajinan dengan inspirasi budaya lokal non benda khas Kalimantan Timur dapat membuka suatu peluang yang besar dalam pembentukan suatu usaha kerajinan. Dalam pembentukan ataupun untuk membuat berjalannya suatu usaha tersebut maka kita harus memperhatikan sumber daya dan inspirasi usaha yang terdapat pada kerajinan itu sendiri. Sebaiknya kita lebih banyak berkreativitas  dalam pengolahan bahan, yang dimaksud adalah dengan cara megolah bahan yang sudah tak terpakai maupun barang baru menjadi sebuah produk yang belum ada. Selain itu, kita juga harus dapat mencari inspirasi budaya yang unik sehingga produk kita akan laku di pasaran. Dengan pengolahan dan metode yang baik hal-hal sekecil itu dapat membuka jalan untuk memulai suatu usaha.















Daftar Pustaka

Werdhaningsih, Hendriana., Haryudanti, Alberta., Jamrianti, Rinrin., Wirmas, Desta. 2016. Prakarya dan Kewirausahawan, Edisi revisi 2016. Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemdikbud. Indonesia.




https://id.m.wikipedia.org/wiki/Bordir , diakses tanggal 13 Oktober 2017


http://godiscover.co.id/index.php/2016/03/12/manik-manik-anyaman-dan-batik identitas-kerajinan-khas-balikpapan, diakses pada tanggal  13 Oktober 2017

https://manfaat.co.id/manfaat-membuat-kerajinan-tangan/amp, diakses pada tanggal 13 Oktober 2017



http://blog.qlapa.com/kelebihan-tote-bag-handmade, diakses pada tanggal 10 Oktober 2017



https://id.wikipedia.org/wiki/Pengamatan, diakses pada tanggal 9 Oktober 2017




























Komentar

Postingan populer dari blog ini

BAB SIRKULASI BIOLOGI KELAS XI SMA

Debat VI